Tampilkan postingan dengan label Ipda Perida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ipda Perida. Tampilkan semua postingan

Siswi SMA yang Mengancam Ipda Perida, Terancam ditahan Ijazahnya

Kamis, 07 April 2016

Siswi SMA yang mengaku anak Deputi BNN Arman Depari
Sidaharja.id - Seorang pelajar SMA yang baru selesai melaksanakan ujian sempat membikin heboh jagat dunia maya. Pasalnya siswi tersebut bersama dengan enam rekannya mengendarai mobil dengan kap belakang terbuka.

Polantas yang saat itu memang ditugaskan untuk membubarkan konvoi, menghentikan mereka lantaran mengendarai mobil dengan kap belakang terbuka dan itu sangat membahayakan mereka.

Kejadian tersebut menyita perhatian publik pasalnya salah satu diantara mereka yang notabene adalah siswi perempuan di salah satu SMA Kota Medan, mengaku dirinya anak Deputi BNN Jenderal Arman Depari.

Ipda Perida yang saat itu tengah bertugas dengan cara menegur mereka dan hendak membubarkan sempat diberi ancaman oleh siswi yang mengaku anak Arman Depari. Sebuah kesalahan fatal karena mengaku anak jendral yang ternyata malah melanggar tata tertib lalu lintas.

Merasa nama baiknya dibawa-bawa, Jendral Arman Depari meminta Kepolisian dari Polresta Medan untuk mencari siswi tersebut dan tidak butuh waktu lama akhirnya tertangkap.

Sangat disesalkan apabila dirinya menerima teguran Ipda Perida dan tidak mengatasnamakan anak Arman Depari tentu tidak akan berbuntut panjang. Salah satu bahaya yang berhubungan dengan pihak sekolah dan keluarga yang bisa kita lihat adalah mencemarkan nama baik sekolah dan keluarga.

Kalaupun Sonya Depari benar-benar anak jendral tentu tidak patut ditiru karena sudah melanggar lalu lintas. Semoga ini juga menjadi contoh bagi siswa-siswi lain agar tidak menyebut nama pejabat apalagi untuk urusan melanggar hukum dan tata tertib lalu lintas.

Mengaku Anak Arman Depari, Siswi Ini Marah-marah Kepada Ipda Perida

Rabu, 06 April 2016


Usai melaksanakan Ujian Nasional (UN), para siswa SMA di Kota Medan menggelar konvoi, Rabu (6/4/2016).

Saat konvoi berlangsung, polisi menghentikan sebuah mobil Honda Brio karena membuka kap belakangnya di Jalan Sudirman dekat Hotel Polonia.

Saat diamankan polisi, penumpang mobil wanita cantik yang masih berseragam SMA marah-marah kepada Ipda Perida Panjaitan yang hendak menilang.

"Oke Bu, saya tidak main-main ya, saya tandai Ibu. Saya anak Arman Depari," katanya dengan menunjuk-nunjuk polwan tersebut.

Ipda Perida hanya membalas kata-kata wanita cantik tersebut dengan kata,"Ia....ia....ok ya...," katanya.


Saat wartawan konfirmasi lagi, apakah ia benar anak Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjend Arman Depari, ia tidak menjawab, hanya diam dan menutup wajahnya.

Usai ribut-ribut Ipda Perida membiarkan para siswi tersebut pergi.

"Kalian pulang ya, langsung ke rumah ya. Kami memang membubarkan konvoi anak sekolah, buat kalian juganya," ucapnya.

Cerita Anak Jenderal dan Operasi Zebra
'Kisah anak jenderal' pernah terjadi dalam Operasi Zebra yang digelar Satuan Lalu Lintas Polresta Depok di Jalan Margonda Raya, Rabu (3/12/2014).

Seorang pemuda yang mengendarai Daihatsu Taft, menolak diperiksa kelengkapan kendaraannya.
Ia mengaku anak seorang jenderal yakni Brigjen TNI AL.

Awalnya petugas kepolisian tetap bersikeras dan menjelaskan agar pemuda itu tetap menunjukkan kelengkapan surat kendaraannya.

Sebab razia ini berlaku bagi siapa pun tanpa kecuali.

Namun karena pemuda itu terus menolak dan dapat memicu terjadinya keributan, polisi lalu mengalah dan menyerahkan hal ini ke Garnisun dan TNI yang mendampingi mereka dalam razia.

Kasat Lantas Polresta Depok Sri Suhartatik, yang akrab disapa Tatik, mengatakan pihaknya menghindari keributan dan pertengkaran yang lebih jauh, sehingga menyerahkan pemeriksaan itu ke Garnisun.

Menurut Tatik, peristiwa semacam ini telah diantisipasi pihaknya sehingga setiap razia digelar, mereka didampingi anggota Garnisun.

"Pemuda itu mengaku anak jenderal TNI AL. Sehingga tidak terima sewaktu kendaraannya kami hentikan untuk diperiksa kelengkapan suratnya," ujar Tatik, Rabu (3/12/2014) sore.

Menurut Tatik, pihaknya sebenarnya sudah menjelaskan dengan baik-baik kepada pemuda tersebut, bahwa siapapun harus diperiksa kelengkapan surat kendaraannya dalam operasi Zebra ini.
Namun, kata Tatik, pemuda itu justru menolak terus dan bahkan dapat memicu terjadinya keributan yang lebih jauh.

"Sehingga kami memutuskan untuk menyerahkan hal ini ke TNI agar ditangani Garnisun. Apalagi yang bersangkutan sempat menunjukkan surat yang menurutnya bisa membuktikan dia anak petinggi atau jenderal TNI," kata Tatik. (bum)
 

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
https://soundcloud.com/pmi-banjarnegara/sets/mars-pmi

Blogger news

Blogroll

Most Reading