Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Fierce war, Abu Sayyaf, the Philippine Army Kills 18

Minggu, 10 April 2016

The Filipino soldiers who fought against the Abu Sayyaf
MANILA - The militant group Abu Sayyaf involved in fierce battles with Philippine troops on Basilan island, on Saturday. A total of 18 Filipino soldiers killed.
 
Abu Sayyaf group in the Philippines is that hostage 10 Indonesian citizens (citizen) after a ship carrying the Indonesians were hijacked. Up to now, 10 Indonesians have not been freed.
 
According to Philippine officials, the battle of the previous day was the biggest battle in 2016. In addition to 18 Philippine soldiers were killed, there were 52 other soldiers were wounded.
 
The Abu Sayyaf was founded in 1991 in Basilan, about 550m (880 km) south of Manila. The group has pledged allegiance to ISIS led by Abu Bakr al-Baghdadi in July 2014.

Filipino forces sent to Basilan yesterday true to kill or capture Abu Sayyaf commander Isnilon Hapilon.

According to the IB Times, Sunday (04/10/2016), from the stronghold of the Abu Sayyaf reportedly killed four militants. The death toll was more experienced army Philippines, because the local tpejabat menuru, Abu Sayyaf has deployed about 100 to 150 militants very quickly.
 
Meanwhile, the fate of 10 citizens who were held hostage Abu Sayyaf, the Philippine authorities have not provided the latest information in their military operations. The Philippines has banned the Indonesian National Armed Forces (TNI) into their territory according to the constitution which forbids entry of foreign troops. Source

Kopassus Siap Bebaskan 10 WNI yang disandera di Filipina Selatan

Sidaharja.id - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyatakan siap untuk melakukan operasi dalam rangka pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Korps Elite TNI AD tersebut sudah menyiapkan prajurit terbaiknya dan tinggal menunggu komando Panglima TNI.

Menurut Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen Muhammad Herindra, pihaknya sudah menyiapkan tim. Kini, tim itu tinggal menunggu komando dari  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Tentu saja kita siap. Kita menunggu perintah panglima TNI," katanya saat ditemui di acara lomba lari Kopassus di Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (10/4).

10 WNI yang disandera merupakan awak kapal Brahma 12 dan kondisinya hingga kini masih menunggu operasi pembebasan. Militan Abu Sayyaf diketahui telah meminta tebusan yang setara dengan 15 miliar.

‎Dia memastikan anak buahnya sudah siap bergerak. Begitu ada komando dari Panglima TNI, katanya, maka Kopassus pun akan langsung melancarkan operasi pembebasan. (BM) Source
 

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
https://soundcloud.com/pmi-banjarnegara/sets/mars-pmi

Blogger news

Blogroll

Most Reading